Kamis, 26 Februari 2009

Dunia Digital Melanda Arsitektur. Mengapa? Dan Bagaimana Menyingkapi?

Dari hasil diskusi bersama rekan rekan satu tim yang terdiri dari:
  1. Putu Diah Lionasari (32452)
  2. A A Ayu Ratih T.A.K. (33171)
  3. Sylvi Anggraini (33098)
  4. Gunawan Prasetyo (33021)
  5. Heppy Eka Ramadhany (30408)

Karena saat ini dibutuhkan keefisienan, kepraktisan, dan kecepatan dalam modelling bangunan arsitektural. Dengan arsitektur dijital segalanya dapat diperhitungkan terlebih dahulu dan lebih presisi dari gambar manual. Dunia dijital tidak dapat membantu seseorang untuk dapat lebih berimajinasi, namun lebih membantu dalam hal visualisasinya saja.

Cara menyikapinya adalah dengan tidak melupakan kemampuan freehand, kemampuan dasar dalam desain yang akan mendukung modelling dalam dunia dijital.


Menurut saya pribadi,
Manusia dari waktu ke waktu akan semakin disibukkan dengan aktifitasnya. Keterbatasan waktu mendorong setiap orang untuk berlomba lomba melakukan banyak hal agar semakin cepat.
Adanya kebutuhan inilah yang mendorong setiap manusia untuk mencoba mencari alternatif atau cara baru untuk mempermudah hidupnya.
Begitu juga dengan arsitektur.
Digital muncul karena adanya kebutuhan. Kebutuhan akan kemudahan untuk melakukan dokumentasi, atau pengerjaan sesuatu. Dengan adanya komputer yang lebih dulu tercipta, maka dukungan terhadap sistem digital semakin mantap.
Digital adalah sebuah cara. Cara untuk memperoleh kemudahan.
Digital arsitektur adalah solusinya. Solusi akan kebutuhan mempermudah kerja manusia. Mempercepat kerja manusia. Hal inilah yang membuat hampir semua orang (arsitek) tertarik untuk beralih ke dunia digital.
Dengan adanya digital arsitektur, pekerjaan dapat dikerjakan dimanapun namun tentu saja harus ada komputer untuk mendukungnya.
Dengan adanya digital arsitektur, perancangan bangunan akan lebih mudah. Dapat mengurangi kesalahan perancangan maupun penggambaran. kesalahan akan lebih mudah diperbaiki.

Namun, jangan lupa faktor utama sebab arsitektur digital muncul. Arsitektur digital hanya merupakan alternatif. Bukan pokok dari pengerjaan. Sehingga, kita jangan sampai terlena akan teknologi yang akan membuai kita. Gambar tangan tidak bisa kita tinggalkan. Dan juga, tidak semua arsitektur digital mempercepat kerja kita.
Arsitektur digital tidak akan memberi semua inspirasi yang dibutuhkan. Inspirasi dari karya kita bisa lebih berharga, atau lebih nyata walau tanpa arsitektur digital. Arsitektur digital hanyalah sebuah alat, sebuah alternatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda telah berperan dalam situs ini. :D
Namun dilarang memberi komentar yang mengundang sara.